SENJA KALA SENJA
Kutulis catatan ini dengan sejuta rasa, beribu makna, dan segenggam asa. Perlahan, kucoba membuatnya indah layaknya bunga yang mekar sempurna. Kau tahu? Lembaran ini khusus kurangkai untukmu wahai pecinta senja. Selagi rasa ini masih sehangat cahaya musim semi dan bayangmu masih menghiasi benakku, kan kucoba untuk mengungkap puzzle-puzzle hatiku. Sore itu, taman dipenuhi riuh redah kaki-kaki kecil yang berlari. Suara gelak tawa terdengar seiring ayunan rambut yang tertimpa cahaya keemasan. Tanpa sadar seulas senyum terlukis di wajahku, tak kusangka pada akhirnya aku pun tertular. Tik tok, tik tok sang waktu berpacu tanpa ragu. Sesekali aku menguap, novel di tanganku hanya kubaca sambil lalu. Mau bagaimana lagi? Tugasku di sini tak lebih dari seorang pengamat, menemani Kia sahabatku untuk menemuimu. Tapi, itu bukan masalah selama rasa penasaranku terpuaskan. Bagaimana tidak? Saat itu pertama kalinya kulihat Kia berbunga-bunga seperti layaknya orang jatuh cinta. Ya, saat itu a...