HIDUP: Bekerja Tiada Henti

Seorang pujangga menulis: “Di jalan ini tiada tempat berhenti. Sikap lamban berarti mati. Mereka yang bergerak merekalah yang di depan. Yang menunggu, sejenak sekalipun, pasti tergilas.” Jauh sebelum tulisan pujangga itu, Al-Qur’an surah al-Insyirah:7-8 berkata: jika engkau telah merampungkan (pekerjaanmu) maka tegak berdirilah (untuk melaksanakan pekerjaan berikutnya).

Hal ini mengisyaratkan:
1.     Manusia perlu mempunyai rencana kerja ke depan
2.     Merampungkan pekerjaan dengan baik
3.     Bersiap untuk memulai pekerjaan baru atau melanjutkan pekerjaan yang lama
Dan begitu seterusnya.


Dunia adalah tempat bekerja, bukan tempat istirahat. Istirahat yang panjang adalah di akhirat nanti. Manusia dalam pengabdiannya kepada Allah juga demikian. Mereka diberikan waktu dan kesempatan sangat terbatas, bagaikan musafir yang tengah beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanan yang masih panjang.

Orang yang cerdas adalah orang yang tidak pernah berhenti beramal saleh, menggapai sebanyak-banyaknya pahala, sebagai persiapan menuju pemberhentian akhir di akhirat nanti. Semua pekerjaannya diniatkan untuk pengabdian kepada Allah. Mereka yang merugi adalah mereka yang orientasi kehidupannya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, untuk jangka waktu terbatas yaitu selama mereka hidup di dunia saja.

Marilah kita gunakan umur kita yang sangat terbatas ini untuk melakukan hal-hal bermanfaat bagi diri kita, keluarga dan masyarakat untuk kebaikan masa depan kita di akhirat kelak.

Wallahua’lam.


Berfaedah dari Kiai Dr.K.H.Ahsin Sakho Muhammad
wafishiddiq.com adalah Situs Blogging sederhana yang berisikan catatan kecil kehidupan, sajak & cerpen yang mudah-mudahan memberikan motivasi dan manfaat bagi kita semua.