MULIA KARENA?

Ada apa dengan mulia?

Saudaraku seiman, mari kita sejenak merenungi kehidupan ini. Mungkin kebanyakan dari kita sangat menginginkan menjadi orang mulia ; dihormati, disegani, dipuji. Ya, pastinya setiap insan ingin dimuliakan dan akan marah besar jika ada orang yang merendahkannya. Tapi, apakah kita tahu dimana sumber ke-Mulia-an tersebut? Dari mana asal muasal ke-Mulia-an? Apakah seseorang mulia karena dinamakan oleh orang tuanya dengan nama "Mulia" dan otomatis dia akan mulia?


Marilah kita mencari muasal kemuliaan.

Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam "Mulia".
Jibril 'alaihissalam "Mulia".
Bulan Ramadhan "Mulia".
Sehelai kertas"Mulia".

Kita akan menelusuri bagaimana empat kalimat diatas menjadi mulia.
Ayolah, coba sedikit berpikir kenapa empat kalimat diatas menjadi mulia.
Ah, mungkin sangat susah untuk mencari jawabannya. Tapi, setidaknya kita harus mengetahui salah satu penyebab mereka menjadi mulia.
Yah, mereka mulia di karenakan A-L-Q-U-R-A-N.
Apakah mereka meminta untuk dimuliakan? Tidak, tidak pernah mereka meminta untuk dimuliakan. Akan tetapi, manusia tahu bahwa mereka berhak dimuliakan.

Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam mulia karena Rasul "Pembawa, penyebar, penyampai" risalah Al-Qur'an.
Jibril 'alaihissalam mulia  karena telah membawa amanah besar "Al-Qur'an" dari Rabbul'alamin untuk di wahyukan kepada rasul mulia.
Bulan Ramadhan mulia karena Al-Qur'an diturunkan pada bulan tersebut.
Sehelai kertas mulia karena di tulis diatasnya kalamullah "Al-Qur'an".

Saudaraku, apakah Anda ingin mulia?
Anda bisa mulia jika Anda memiliki Al-Qur'an.
A-L-Q-U-R-A-N ; dihafal, ditadaburi, diamalkan, diajarkan, niscaya Anda akan mulia.


Wallahu a'lam.



___


Disusun di Studio Radio Isy Karima - Jum'at, 21 Juli 2017 - oleh Wafi Shiddiq.


0 Comments