KATA SI CINTA

Beberapa pekan ini saya agak disibukkan dengan sesuatu yang sangat urgen "Masa Depan". 

Ya... saya memikirkan tentang masa depan, bagaimana saya nantinya? Mau jadi apa? Kuliah dimana? Mau kerja apa? Dan pertanyaan yang semisalnya.Memang sih pertanyaan tersebut sudah sangat terlambat bagi seorang pemuda seumuran saya, kata salah seorang ustadz  favorit saya cita-cita sudah harus diukir sejak dari kecil, dan bahkan ustadz tersebut sangat terkejut ketika memberikan mwteri ceramah disekolahan umum, kemudian menanyakan tentang cita-cita mereka satu persatu, akan tetapi tidak ada salah seorangpun dari para pelajar tersebut yang berani menyampaikan cita-cita mereka. Miris... Ya... Apakah mereka tidak memiliki cita-cita atau memiliki cita-cita yang terlalu rendah sehingga tidak berani untuk menyampaikan cita-citanya didepan khalayak ramai? Ah... Sudahlah... Begitulah Indonesia.

Tidak berbeda jauh dengan saya. Banyak hal yang harus saya pertaruhkan untuk satu hal ini. Mungkin kebanyakan dari kita ketika ditanya mau kuliah kemana? Kita akan menjawab ke Universitas A dan Fakultas B. Ya... Begitu pula yang terjadi pada saya, saya akan memberikan  jawaban yang semisal.

Setelah berdiskusi panjang lebar dengan keluarga, sahabat dan guru. Akhirnya saya mengambil kesimpulan untuk menjaga satu hal yang telah Allah berikan kepada saya yaitu Al-Qur'an. Saat itu saya bertanya kepada semua orang yang bisa diajak untuk berdiskusi "Yang sangat dibutuhkan oleh islam sekarang apa sih?", "Saya pantas masuk kuliah keagamaan atau Iptek?", mereka semua akan memberikan jawaban sesuai dengan yang saya tanyakan., tidak jauh melesat. Akan tetapi berbeda jauh ketika saya bertanya dan meminta pendapat kepada ummi saya. Saya bertanya dengan banyak pertanyaan tentang masa depan, akan tetapi saya sangat kagum dengan jawabannya

"KALAU WAFI KULIAH, KERJA, DAN APALAH YANG LAIN... KEMUDIAN QUR'AN YANG TELAH WAFI HAFAL HILANG, ITU TIDAK ADA ARTINYA BAGI UMMI... SEMUA YANG WAFI KERJAKAN ADALAH SIA-SIA... TERSERAH MAU KULIAH DIMANA, KERJA DIMANA... TAPI KALAU QUR'AN WAFI HILANG GARA-GARA KULIAH... UDAH MENDINGAN GA USAH KULIAH".

Jawaban inilah yang  membuat saya semakin yakin bahwa diatas yang penting ada yang lebih penting untuk diraih. Mungkin saya tidak akan mendapat jawaban tersebut dari seorang profesor, ya... Saya mendapat jawaban tersebut dari seorang wanita. Wanita yang pertama kali menggenggam jari saya, wanita yang pertama kali memeluk saya, wanita yang pertama kali mengenalkan tuhan pencipta gunung kepada saya. Ya... Itulah kata si cinta yang membuat hidup ini kembali bergairah.

Agar dapat membahagiakan seseorang,isilah tangannya dengan kerja,hatinya dengan kasih sayang,pikirannya dengan tujuan,ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat,masa depannya dengan harapan.– Frederick E Crane


Semoga Allah selalu memberikan kunci-kunci rahmat dan kasih sayangnya kepada kita semua.
Wallahu a'lam.
Semua itu butuh cinta seorang ibu.


0 Comments