KARYA BESAR : SUDAHKAH SAYA BERBUAT?

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

Apabila Allah menghendaki kebaikan atas hamba-Nya, maka Dia memperkerjakannya?” Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana Allah memperkerjakannya?’ Beliau menjawab, ”Allah memberinya taufiq untuk beramal shalih sebelum kematiannya.” (HR. Ahmad)



Sekarang kita siap mati karena amal apa? Kita mati sedang mengerjakan apa? Itu yang harus kita fokuskan dalam hidup ini. Harus diputuskan "Saya harus mengerjakan ini".
Mungkin ada orang yang sederhana, kemana-mana hanya membersihkan masjid, akan tetapi dimata Allah itu merupakan sebuah maha karya yang sangat berharga. Ada juga yang setiap hari hanya memberikan minuman, akan tetapi Allah mengatakan "Masuklah ke surgaku".

Bisa jadi pekerjaan tersebut sangat remeh.

"Hidup saya, saya habiskan untuk memberikan makan burung diseluruh pulau ini. Semua burung akan saya berikan makan." Itu jangan dianggap sederhana. Karena memberi minum seekor anjing saja bisa masuk surga, apalagi merawat burung.

Sesungguhnya karya-karya besar tersebut selalu berada didekat kita. Sesuatu yang sering kita lihat bisa jadi itu apabila kita cerdas dalam mengelolanya suatu saat akan menjadi karya besar kita.

Sungguh celaka kita sampai saat ini kita hidup dalam kegamangan, hidup dalam keragu-raguan, tidak pasti, tidak fokus-fokus.

Mau sampai kapan hidup seperti ini terus?Sampai ber-anak lima, enam, tapi tetap tidak fokus "Orang tidak fokus saja bisa punya anak lima".         

Sebenarnya ada bakat-bakat lain yang bisa ditanamkan pada diri orang tersebut.

"Bismillah...Hidup saya akan saya pergunakan untuk ini sampai mati".Pokoknya fokus pada satu tujuan, fokus pada satu karya, pakailah mata kuda "Pokoknya itu...itu...aja...tetap fokus pada satu pekerjaan", Insyaallah suatu saat akan menjadi sebuah karya besar yang sangat bernilai, yang mudah-mudahan mengantarkan kita  untuk mengakhiri usia ini dengan husnul khatimah.

Wallahu a'lam.

___

Disusun di Auditorium Isy Karima - Kamis, 3 Dzulqa'idah 1438 H
Oleh Wafi Shiddiq berfaedah dari Ustadz Syihabuddin Abdul Mu'iz.



0 Comments