Tanggal 10 Agustus 1995
merupakan hari yang amat bersejarah bagi segenap rakyat Indonesia. Hari itu,
Bangsa Indonesia telah berhasil meluncurkan pesawat N-250, sebuah pesawat
tercanggih di kelasnya. Apa hebatnya? Jangan kaget bila yang merancang pesawat
tersebut ternyata adalah putra-putri Indonesia sendiri. Mereka membuktikan
bahwa Indonesia bisa menjadi negara industri, bukan cuma negara korupsi.
Atas keberhasilan para kawula muda melambung
sang saka, hari peluncuran pesawat N-250 dicanangkan sebagai Hari Kebangkitan
Teknologi.
Hmm.. Siapa sangka bahwa Indonesia masih memiliki banyak
cendekiawan? Yang dengan tangannya bisa mengubah persepsi dunia? Sebutlah Mr.
Crack alias Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie. Beliau sukses mengangkat
tinggi nama Indonesia dengan kecerdasan dan keahlian beliau. Tak diragukan
lagi, pesawat N-250 (yang merupakan rancangan beliau) berhasil membuat Amerika
dan Rusia mati gaya.
Bagaimanapun juga,
peristiwa N-250 harusnya berhasil membangunkan kita dari tidur panjang ketertindasan.
Peristiwa tersebut haruslah mengingatkan kita akan kejayaan umat Islam berabad
silam. Bahwa jauh sebelum Einstein menemukan teori relativitas, Islam telah
meraih kemajuan dalam segala bidang disiplin ilmu.
Di bidang kedokteran
misalnya. Ilmuwan muslim telah menemukan sangat banyak displin ilmu dalam
bidang ini. sebagai umat Islam yang masih bernafas di era modern ini sangat
mungkin kita mencontoh pendahulu kita seperti Ibnu Nafis yang telah menemukan
pembuluh darah kapiler dan Ibnu Sina yang telah menemukan ilmu bedah.
Juga di bidang lain.
Sebutlah bidang astronomi, seorang ilmuwan Islam bernama Al-Biruni berhasil
menemukan teropong bintang. Di bidang pertanian, rahasia kincir angin terkuak
oleh Jabir Ibn Hayyan, dan di bidang pemerintahan, Ibnu Khaldun berhasil
menemukan ilmu tata negara.
Semua ilmu pengetahuan
dan teknologi di masa mereka ternyata merupakan embrio bagi lahirnya ilmu
pengetahuan dan teknologi modern. Yang demikian sudah sangat jelas bagi manusia
bahwa dinnul Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk lebih maju.
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا
الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S. Al-Mujaadilah
: 11)
Kalau kita meneliti,
ternyata kini masih ada sekelompok orang yang selalu ingin menutupi prestasi
gemilang yang pernah diraih umat muslim. Mereka selalu menutupi prestasi
gemilang umat Islam di tengah pergaulan internasional. Akibat usaha neatif
tersebut, maka banyak orang yang menganggap bahwa umat Islam adalah umat
marginal.
Kita sering menganggap
bahwa hal tersebut sebuah bahan lelucon. Kita lebih membanggakan sejarah
pendahulu kita, teteapi kita tidak mau menjadi seperti mereka. Apakah ini
sebuah dongeng? Ataukah sebuah komedi yang perlu ditertawakan?
Di sisi lain, para ahli
sejarah barat terus berusaha untuk menghilangkan jejak umat Islam masa lalu
dari lintasan sejarah dunia. Yang demikian supaya kita sebagai generasi penerus
tidak lagi mengenal prestasi gemilang tersebut. Mereka juga memperkecil arti
kemajuan umat Islam seperti kemajuan luar biasa yang diraih oleh bangsa dan
umat Islam Indonesia, Mereka mendikte umat Islam (kita) afar tidak mandiri.
Kenapa hal ini bisa
terjadi? Mungkin penyebabnya adalah karena beberapa factor berikut:
- Barat
dan sekutunya tidak ingin umat Islam ma Krena jika umat Islam maju, maka
itu merupakan kehancuran bagi dunia barat.
- Pengaruh
pendidikan barat yang masih membuddaya di lingkungan kita. Pengaruh tersebut
akhirnya segala paham barat ditelan mentah-mentah. Kemudian mempengaruhi
jiwanya dan silau oleh kemajuan barat.
- Semakin
ditinggalkannya Al-Qur’an dan sejarah dunia Islam.
Seseorang yang mengkaji
Al-Qur’an secara mendalam, mak ia akan yakin bahwa Al-Qur’an bukanlah penyebab
kemunduran, melainkan penyebab kemajuan untuknya.
Kita sebagai hamalatul
Qur’an hendaklah memperdalam Al-Qur’an dan mengkaji sejarah peradaban Islam
agar kita tidak mengkambinghitamkan Al-Qur’an sebagai penyebab kemunduran.
Berkaitan dengan
memperdalam Al-Qur’an, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقَّهُ في ْالدِّيْنِ
“Barangsiapa dikehendaki Allah akan kebaikan, dia akan
dimudahkan Allah jalan memperdalam agama (Al-Qur’an)” (Muttafaqun
‘Alaihi)
Anda adalah penerus para
pendahulu Anda. Peradaban ada di tangan Anda. Apakah Anda bisa menggenggam
peradaban tersebut atau Anda malah melepasnya begitu nsaja. Jadilah apa yang
diharapkan agama ini.
___
Disusun di kelas TKS A


0 Comments