HARGA SURGA


وبشر الذين آمنوا وعملوا الصالحات أن لهم جنات تجري من تحتها الأنهار كلما رزقوا منها من ثمرة رزقا قالوا هذا الذي رزقنا من قبل وأتوا به متشابها ولهم فيها أزواج مطهرة وهم فيها خالدون
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci dan mereka kekal di dalamnya."
إن الله يدخل الذين آمنوا وعملوا الصالحات جنات تجري من تحتها الأنهار إن الله يفعل ما يريد
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki."
الله الذي خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن يتنزل الأمر بينهن لتعلموا أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." 

Sebenarnya, sangat banyak ayat yang bisa dikutip untuk memberikan ilustrasi kepada kita mengenai harga surga yang sesungguhnya. Atau, tepatnya bagaimana sih cara dan syarat untuk memperoleh surganya ? Namun, saya hanya mengutip 4 ayat diantaranya, yang Insya Allah telah cukup mewakili esensi motivatif dan informatif bagi setiap manusia untuk berjuang meraih surganya.

Secara eksplisit, ada 2 karakter pokok yang mendasari syarat untuk memperoleh balasan surganya, yaitu beriman dan berbuat baik (beramal shalih). Kedua pokok ini harus bersifat dialektis dan komprehensif. Tidak bisa 1 saja (beriman) tanpa mengerjakan amal shalih, begitu pula sebaliknya.

Beriman atau menjadi seorang mukmin secara verbal telah dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannyakecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya.” (QS.23:1-9)

Lalu dalam surah yang sama, Allah melanjutkan dengan janji yang bagi siapapun yang biasa memenuhi syarat-syarat mukmin tersebut ,“Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”

Gampang dan sederhana ya? Secara teoritis iya. Tetapi secara praktis tunggu dulu, sekalipun telah digambarkan secara konkret dalam peta yang tegas untuk menjadi mukmin, muslim, dan shalih melalui apa yang kita kenal selama ini sebagai Rukun Iman dan Rukun Islam, telah nyata dewasa ini sangat langka menemukan orang yang beristiqamah berada dijalur kriteria yang dicerminkan dalam surah Al-Mukminuun tersebut.

Ary GinanJar Agustian mengaktualisasikan Rukun Iman dalam 5 prinsip mental buildingmanusia.
  1. Star Principle : Kepercayaan diri yang tinggi, integritas yang kuat, bersikap bijaksana, dan memiliki motivasi yang tinggi.
  2. Angel Principle: Komitmen yang kuat, loyalitas tinggi dan sikap suka menolong.
      3. Leadership Principle: Pemimpin sejati,  selalu mencitai dan perhatian.
  1. Learning Principle: Kebiasaan membaca buku, mengamati situasai dengan cermat , bersikap terbuka, serta hanya berpegang pada Allah.
  2. Vision Principle: Memiliki kendali sosial, kepastian masa depan dan ketenanga batiniah yang tinggi.
Memang begitulah seharusnya pondasi iman yang tertanam di hati, mampu menerbitkan pengaruh kekuatan dan kematangan jiwa manusia . 

Nah, jika Anda mau diberitahu secara tegas tentang harga surga yang sesungguhnya, maka jawabannya tak lebih dan tak kurang ; ialah beriman dan beramal shalih. Sungguh hanya 2 syarat itu.

___

Ditulis oleh Wafi Shiddiq. Santri Matiq Isy Karima kelas TKS A


0 Comments