#DIAYANGBAIK : KAGUM


Sedikit berbagi. "Wafi masih trauma dengan meninggalnya Kak Soqie?"

Setiap orang mempunyai kebaikan, dan tidak sedikit pula yang menyembunyikan kebaikannya dari khalayak ramai. Aku dapati hal tersebut pada sosok kakak tersayang "tercinta".

Malam itu. Aku berada di sampingnya sambil berlutut. Tak seorangpun diizinkan untuk menemaninya selain aku. Kami berdua dan mungkin Allah menjadi saksi.

"Fi... Kamu tahu visi dan misi keluarga kita?"

Dalam hatiku berucap ; pertanyaan macam apa ini? Selama aku hidup belum pernah ada yang bertanya dengan pertanyaan sehebat ini. Mungkin dia tahu bahwa aku tidak akan pernah bisa memberikan jawaban dari pertanyaan tersebut.

"Fi... Pernah dengar surga? Ya... Visi keluarga kita "Mewujudkan surga kecil di dunia ini dan merawatnya bersama-sama sampai kita semua berkumpul kembali di surga-Nya" Jangan biarkan seorangpun merusak surga kecil kita. Masihkah kau ingat bagaimana Abu membangun pondasi surga kita? Apakah kita akan merusaknya begitu saja? Rawatlah... Jagalah... Kau akan tahu suatu saat nanti betapa berartinya sebuah keluarga."

Belum pernah ada seorangpun yang menyampaikan hal tersebut kepadaku. Aku sedikit kagum kepada dirinya 'Allahu yarham'. Selama ini aku tidak pernah berpikir sejauh itu. Mungkin kita berkeluarga tidak ada yang memikirkan visi dari keluarga kita. Coba tanyakan kepada ayahanda dan ibunda kita, visi dan misi keluarga kita apa? Iya ... Tanyakan saja, apakah mereka bisa menjawab? Atau mungkin ketika ayahanda dan ibunda kita bertemu hanya sebatas per-cinta-an semu yang dinyatakan dengan adanya ikatan tali yang mereka sebut 'SAMAWA'.

Ini bukan omongan kosong. Kita telah banyak mengikuti organisasi, selalu berusaha untuk mewujudkan visinya. Bahkan sudah sangat lelah berkecimpung dengannya. Lalu apa manfaatnya? 

Hei... Bukankah keluarga merupakan sebuah organisasi? Seharusnya kita tahu visi dari keluarga kita. Bukankah kita dilahirkan dan dibesarkan dalam keluarga tersebut? Mengapa kita tidak tahu visi keluarga kita? Terus, kita hidup di dalam keluarga itu untuk apa? Jangan membohongi diri sendiri.

Tanyakan lagi kepada ayahanda dan ibundamu ; kenapa kamu harus ada di dunia ini dan kenapa harus ber-orang tua-kan diri mereka? Hebat kalau mereka menjawab cepat tanpa pikir panjang. Tapi kurasa tidak demikian. Mereka pasti akan gagal dalam menjawab pertanyaanmu. Aku yakin hal itu.


Allah memang sangat bijaksana. Allah mengirimkan visi keluargaku kepada salah satu anggota senior keluargaku. 

Aku juga masih bertanya-tanya.

"Kenapa bukan kedua orang tuaku yang menyampaikan visi itu kepadaku? Padahal mereka yang mengawali keluarga ini. Bukankah mereka berdua yang bertanggung jawab penuh atas keluarga ini?"

Dan sekali lagi aku masih menyimpan rasa kagum kepadanya 'Allahu yarham' yang membara dilubuk hati ini. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang yang telah mendahuluiku dan orang yang masih membersamaiku.


*Isi hati yang telah matang "Kalo gak di petik keburu busuk".

___

Disusun di Resepsionis Isy Karima - Menjelang Senin, 7 Dulqa'idah 1438 H - Oleh Adikmu yang mengagumimu.

0 Comments