BANYAK TIDUR : KESALAHAN DALAM MEMAHAMI DIRI




Tidur itu  banyak perspektifnya; ada yang tidur sebagai kebutuhan dan ada yang tidur karena kesalahan dalam memahami dirinya, "Bahwa selesai shubuh, saya ngantuk dan saya tidur" padahal tubuh tidak memerlukan istirahat. Dan  prinsip orang yang mempunyai himmah 'aliyah tidurnya sedikit, orang yang mempunyai cita-cita tinggi itu tidak banyak tidur.

Surat As Sajdah Ayat 16
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.

Kesalahan persepsi pada saat mau tidur. 

Biasanya pada saat mau tidur tidak punya tujuan yang tepat, ini sangat berdampak pada seseorang yang ngantuk. Maka, disunnahkan pada saat tidur membaca surah -surah dari Al-Qur'an sampai terlelap, kemudian agendakan masa-masa yang akan datang sambil mengambil nafas yang dalam, karena tidur itu sebenarnya memerlukan oksigen. Tidur adalah proses pemulihan oksigen. Apabila seseorang tidur nafasnya tidak teratur, maka masih kekurangan oksigen "pada saat shubuh akan banyak menguap". 

Orang yang banyak tidur memiliki gelombang elektromagnetik yang tidak menguntungkan. Kita tidak hanya belajar akademik, tapi yang paling penting adalah belajar karakter "mempelajari diri anda yang paling dalam". Sehingga apabila kita sekali hidup lalu meninggal dunia tidak rugi, sekali hidup kita ini tidak nanggung. Maka, yang harus kita cetak adalah karakter-karakter yang kuat, diiringi dengan pemahaman, muhasabah, tadabbur, tazkiyatunnafs dan sebagainya. 

Rubahlah kebiasaan tidur kita.

Karena semua orang sukses tidurnya rata-rata antara 3 sampai 4 jam, pembisnis, ulama, da'i, presiden dan sebagainya, mereka hanya tidur sedikit. Kalau kita mengenal Syaikh Abdul Fattah Al-Khalidy, beliau membaca sehari-semalam selama 16 jam. Setelah beliau agak sepuh akhirnya beliau membaca selama 12 jam setiap hari. Maka yang paling penting pada proses awal ini, disamping kita mempelajari akademik, kita juga harus latihan "Latihan dasar dalam menghafal Al-Qur'an dan latihan menjadi orang besar".  

Apa latihan dasar menjadi hafizh Al-Qur'an dan orang besar?

Latihan untuk bersusah payah dan agak sakit sedikit. Kunci menghafal Qur'an bukan orang cerdas atau orang hebat, bukan. 

Orang yang beranilah yang akan bisa menghafal Al-Qur'an, berani apa? Berani berteriak dan berani duduk. Siapa yang teriaknya kuat dan duduknya kuat, Al-Qur'an-nya lancar. 

Maka, apabila kita belum hafal, ayo teriak lagi. Belum hafal, duduk yang lama. "Saya perlu latihan, duduk lama, duduk lama, duduk lama." sampai bisa duduk dalam waktu yang sangat lama dan berani untuk membaca Qur'an di manapun dan kapanpun.

Tidur adalah pekerjaan yang harus diseriusi, tidur bukan masalah sederhana.


Tidur adalah pekerjaan yang harus diseriusi, tidur bukan masalah sederhana. 
Tidur akan menjadi sebuah konsekuensi dari hidup kita nanti akan menjadi orang atau  tidak. 
Maka, kata-kata tidur banyak sekali disebutkan di dalam Al-Qur'an. 
Oleh karena itu tidur bukan menjadi sampingan, bukan. 
Tidur adalah sebuah konsep. 
Tidur yang benar akan membuat orang tidak banyak tidur.

Wallahu a'lam.

___

Disusun di Masjid Bilal Bin Rabah - Rabu, 2 Dzulqa'idah 1438 H.
Oleh : Wafi Shiddiq berfaedah dari Ustadz Syihabuddin Abdul Mu'iz.




0 Comments