ALLAH SAYANG KAMU


Rasanya tidak tenang kalau ada berita seheboh ini, sesanter ini, tapi jari tangan tetap diam ditempat. Minimal saya harus kembali melatih senam jari yang sudah lama tidak memproduksi tulisan yang berkualitas yang tantunya harus bernilai besar.

Tepatnya 14 abad yanglalu, terjadi peristiwa besar yang mampu meredupkan cahaya yang telah sekian lama bersinar di kota Madinah. Ya...kepergian seorang pionir sang "Muhammad" umatlah yang telah membuat seisi alam berduka.


“Laki – laki dari kaum munafik membuat isu bahwa Rasulullah saw telah wafat. Rasulullah saw sesungguhnya masih hidup. Ia hanya pergi menemui Rabbnya sebagaimana Musa bin Imran pergi meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari, kemudian kembali kepada mereka, dan itu setelah diisukan bahwa ia telah mati. Demi Allah, Rasulullah saw akan kembali dan akan memotong tangan dan kaki laki – laki yang menyebarkan isu bahwa beliau telah wafat.” Kira-kira itulah petikan kalimat yang diucapkan seorang Umar.

“Walau dengan bapak dan ibuku engkau kutebus, wahai Rasulullah, Allah tidak mengumpulkan padamu dua kematian. Sedangkan satu kematian yang telah ditentukan kepada engkau, telah kau jalani.” Ucapan Abu Bakar yang menyelisihi perkataan sahabatnya Umar.

Sementara Umar tengah berbicara di depan orang – orang, Abu Bakar keluar dan menyuruhnya untuk duduk. “Wahai Umar, duduklah!” ujar Abu Bakar.

Umar enggan menuruti suruhan itu, akan tetapi orang – orang segera meninggalkanya dan menghadapkan wajah mereka ke arah Abu Bakar. Abu Bakar kemudian angkat bicara, “Amma Ba’du, barangsiapa di antara kalian yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Dan barang siapa di antara kalian yang menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah hidup dan takkan pernah mati. Allah berfirman

 وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran : 144)

Ibnu Abbas menyebutkan, “Demi Allah, pada waktu itu, tampak seakan – akan semua orang belum pernah tahu bahwa Allah telah menurunkan ayat tersebut kecuali setelah Abu Bakar membacakanya. Mereka semua kemudian menyambut ayat itu sehingga aku mendengar ayat itu dibacakan oleh semua orang tanpa kecuali.”

Ibnu Musayyab meriwayatkan bahwa Umar mengatakan, “Demi Allah, aku tidak ingat ayat itu kecuali setelah Abu Bakar membacanya. Saat itu aku tercengang sampai – sampai aku merasa kedua kakiku tidak membawaku lagi. Ketika itu aku limbung ke lantai setelah mendengar Abu Bakar membacakan ayat itu, aku baru yakin bahwa Nabi saw. Benar telah wafat. ” (HR Bukhari)

Begitulah reaksi para sahabat yang berada dan mengalami peristiwa besar tersebut.
Emang ya... Kita terlalu disibukkan oleh urusan duniawi, sehingga Al-Qur'an yang telah diturunkan 14 abad yang lalu tak ada seorangpun yang yang ingin membuka lembaran-lembaran yang telah kusut berdebu.

Emang ya... Kita terlalu disibukkan oleh urusan duniawi, sehingga Al-Qur'an yang telah diturunkan 14 abad yang lalu tak ada seorangpun yang yang ingin membuka lembaran-lembaran yang telah kusut berdebu. sehingga pada ending drama kehidupan ini Allah mendatangkan dan membuat skenario drama yang melebihi drama korea yang katanya nomor satu atau apalah pujian-pujian untuk drama tersebut. 

Empat Lima Satu (4:51), ya... Allah telah memaksa umat yang lali ini untuk kembali sedikit bernostalgia dengan kalam yang telah diturunkannya, tentunya untuk dilafalkan, di renungi, di hafalkan dan tentunya diamalkan seluruh kandungan perintah dan larangan yang terdapat didalamnya.

Setidaknya sudah beberapa orang yang masuk islam dikarenakan kejadian ini, berjuta-juta bibir kembali berkomat-kamit melantunkan ayat tersebut bahkan ada yang berusaha untuk menghafalkannya lalu mencari tafsir dari ayat tersebut. ya... Allah hendak membersihkan mushaf-mushaf yang mulia dengan tangan umat ini dengan kembali menyentuh lembaran-lembaran mushaf sehingga sampulnya tak hanya rayap yang berhak menikmati, umat ini lah yang berhak atas Al-Qur'an ini.

Seperti halnya kejadian yang dialami para sahabat, kini peristiwa serupa kembali dialami oleh kaum muslim di era analog menuju digital ini. Lalu kenapa Allah berkehendak peristiwa ini terjadi? 

Ya... Tentunya karena ALLAH SAYANG KAMU...


0 Comments